Workshop Perbaikan Kurikulum oleh UNDANA dan UGM

Melalui program SUSTAIN, UNDANA dan UGM melaksanakan workshop perbaikan kurikulum yang menekankan prinsip partisipasi warga, transisi berkelanjutan, dan kesetaraan gender. Pelaksanaan lokakarya perbaikan kurikulum UNDANA dilakukan untuk  program studi sarjana sedangkan UGM program studi magister.

Sehubungan dengan lokakarya kurikulum, proyek ini mendukung UNDANA dalam menawarkan serangkaian kursus tentang Perempuan dan Politik, yang secara khusus membahas isu-isu gender dan pembangunan. Kursus-kursus ini juga memasukkan isu-isu terkait gender ke dalam kajian pemilu, seperti lembaga perwakilan, partai politik dan pemilu, serta pendidikan antikorupsi. Kursus-kursus ini memperluas diskusi konsep-konsep politik dengan memasukkan perspektif sensitivitas gender, misalnya, di bidang-bidang seperti tata kelola sumber daya dan politik klientelisme. Proyek ini berkontribusi pada pengayaan peta jalan penelitian Program Ilmu Politik di UNDANA bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan fokus pada gender dan sumber daya alam. Hal ini dicapai melalui penelitian pada 2022 yang berfokus pada tata kelola sumber daya garam di Kabupaten Malak, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan penelitian tentang partisipasi perempuan dalam dewan perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Proyek ini memainkan peran penting dalam serangkaian lokakarya kurikulum di UGM yang bertujuan untuk memasukkan materi baru tentang multikulturalisme dan sensitivitas gender ke dalam Program Magister Politik. Selain itu, proyek ini berkontribusi pada pengembangan program bimbingan anti-kekerasan seksual yang diintegrasikan ke dalam proses penerimaan mahasiswa di tingkat fakultas. Setelah lokakarya selesai, revisi kurikulum berhasil dicapai di UGM melalui kombinasi survei, kuliah umum, dan kegiatan kelas konvensional. Proyek ini juga berkontribusi pada kelas metodologi pada program Sarjana dan Magister Ilmu Politik dengan melakukan survei mengenai ‘Pemuda dan Perubahan Iklim’. Survei dilakukan pada September 2022 dan mengumpulkan data dari 1020 responden berusia 20-28 tahun di berbagai kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Bagikan

Mungkin Anda Tertarik