Sebagai bagian dari komitmennya untuk memperkuat kolaborasi internasional dan memperluas peluang pembelajaran global, Universitas Nusa Cendana (UNC) menjalin kerja sama dengan Maastricht University dalam penyelenggaraan Field Study 2025 yang mengusung tema “Collaborative Learning on Rural Area Development and Cultural Exchange.”
Program ini mempertemukan 12 mahasiswa Program Studi Global Studies dari Maastricht University dengan 12 mahasiswa Universitas Nusa Cendana yang berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Selama program berlangsung, para peserta akan didampingi oleh dosen pembimbing dari kedua universitas serta didukung oleh kelompok pendukung yang terdiri dari mahasiswa.
Field Study akan dilaksanakan pada 2–28 November 2025 dan terdiri atas tiga tahapan utama. Pada dua minggu pertama, peserta akan mengikuti berbagai sesi pembekalan dan pelatihan yang berfokus pada pemahaman konsep pembangunan perdesaan, pendekatan partisipatif, serta metodologi observasi lapangan. Tahap berikutnya merupakan kegiatan lapangan yang akan berlangsung di Dusun Sanenu, Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Di lokasi tersebut, mahasiswa akan melakukan observasi sosial, mengikuti kegiatan pertukaran budaya, serta berdiskusi langsung dengan masyarakat setempat untuk memahami dinamika pembangunan di tingkat lokal.
Program ini akan ditutup dengan sesi presentasi hasil studi lapangan, di mana para peserta akan memaparkan temuan, refleksi, dan rekomendasi mereka di hadapan dosen pendamping dan panitia penyelenggara.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya UNC dalam memperluas jejaring kemitraan internasional sekaligus memperkuat kerja sama akademik lintas negara. Melalui program seperti ini, UNC terus mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif antarbudaya yang bermakna, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas mahasiswa dalam memahami isu-isu pembangunan secara kontekstual, meningkatkan kompetensi lintas budaya, serta membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang terus berkembang.




