Sebagai bagian dari komitmennya untuk memperkuat kolaborasi internasional dan pertukaran pengetahuan, peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Norwegian University of Science and Technology (NTNU) melaksanakan kegiatan joint fieldwork di Kalimantan Tengah melalui program staff mobility. Kunjungan lapangan ini dilakukan di Katingan Mentaya Project dan turut melibatkan seorang akademisi dari Australia, sehingga menciptakan ruang pembelajaran yang multidisipliner dan internasional untuk mengeksplorasi isu-isu terkait inovasi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan kehutanan dan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.
Kegiatan lapangan ini bertujuan untuk mendukung penelitian dan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam isu pengelolaan lanskap berkelanjutan, tata kelola hutan, serta berbagai inisiatif terkait karbon di kawasan hutan. Melalui kunjungan lokasi, diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan proyek, serta interaksi langsung dengan masyarakat lokal, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai keterkaitan antara upaya konservasi, proyek karbon, dan strategi penghidupan masyarakat dalam konteks tata kelola lokal. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan berharga untuk mengkaji berbagai peluang dan tantangan dalam menyeimbangkan keberlanjutan lingkungan, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Sejalan dengan tujuan SUSTAIN Project, kegiatan joint fieldwork ini berkontribusi pada penguatan kolaborasi penelitian sekaligus mendorong dialog antara akademisi, praktisi, dan aktor lokal yang terlibat dalam tata kelola sumber daya alam. Dengan menghubungkan diskusi global mengenai keberlanjutan, aksi iklim, dan transisi yang berkeadilan dengan pengalaman yang berakar pada konteks lokal, kegiatan ini mendukung misi SUSTAIN untuk mendorong partisipasi yang inklusif, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan pendekatan berbasis bukti dalam tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan. Pada akhirnya, kunjungan lapangan ini menegaskan pentingnya pembelajaran kolaboratif dan kemitraan lintas negara dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan pembangunan yang semakin kompleks.



