JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik)

When Resilience Excludes: Gendered Power, Intersectionality, and Community-Based Disaster Risk Reduction in Coastal Indonesia

Penulis

:

I Putu Yoga Bumi Pradana, Rudi Rohi, Angel Christy Patricia

DOI

:

https://doi.org/10.22146/jkap.107637

Tanggal Terbit

:

November 2025

Abstrak

:

Penelitian ini mengkaji bagaimana konfigurasi sosial, budaya, dan kelembagaan membentuk partisipasi perempuan dalam pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (CBDRR) di wilayah pesisir Kupang, Indonesia. Meskipun terdapat komitmen formal untuk memasukkan perspektif gender dalam tata kelola kebencanaan, partisipasi perempuan masih tidak merata dan sangat bergantung pada konteks lokal.

Dengan menggunakan pendekatan studi kasus komparatif kualitatif di Kelurahan Lasiana dan Kelurahan Oesapa Barat, penelitian ini memanfaatkan wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (FGD), observasi partisipatif, serta analisis dokumen untuk memahami dinamika partisipasi yang berlapis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma gender yang mengakar, keterbatasan waktu (time poverty), serta relasi kekuasaan yang hierarkis masih menjadi faktor utama yang membatasi keterlibatan perempuan dalam CBDRR. Di kedua komunitas, tanggung jawab pengasuhan dan keterbatasan mobilitas semakin memperkuat posisi perempuan yang cenderung berada di pinggiran dalam ruang formal pengurangan risiko bencana.

Konfigurasi budaya berperan sebagai pedang bermata dua: di satu sisi, pengetahuan lokal perempuan dihargai secara informal, namun di sisi lain, struktur otoritas yang patriarkal serta narasi adat dan agama yang konservatif membatasi peran kepemimpinan dan pengaruh perempuan dalam pengambilan keputusan. Secara kelembagaan, masih terdapat kesenjangan yang signifikan antara mandat partisipasi formal dengan pengaruh nyata yang dimiliki perempuan.

Namun demikian, Kelurahan Lasiana menunjukkan kemajuan yang lebih baik melalui kepemimpinan yang mendukung, penafsiran ulang budaya, serta inovasi partisipatif seperti pemetaan komunitas dan dokumentasi sejarah lisan. Sebaliknya, Kelurahan Oesapa Barat menunjukkan pola budaya yang lebih kaku dan kelembagaan yang kurang adaptif, sehingga peran perempuan cenderung terbatas pada fungsi simbolik.

Kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka analisis yang integratif serta desain komparatif yang digunakan. Studi ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat saling berinteraksi dalam ranah sosial, budaya, dan kelembagaan dalam membentuk tata kelola ketahanan berbasis gender.

Keywords: Community-based disaster risk reduction; Gendered disaster governance; Participation; Local knowledge; Institutional configurations; Indonesia

Tautan ke Jurnal

Bagikan

Berita Terbaru