Gender inequality and local patriarchy in the mine industry of Bangka Island

Gender inequality and local patriarchy in the mine industry of Bangka Island

Penulis

:

N Hidayat, T E Fienda, R Septia and D Anggraeni

DOI

:

10.1088/1755-1315/1419/1/012058

Tanggal Terbit

:

2024

Abstrak

:

Pertambangan non-konvensional (TI) telah memberikan dampak yang cukup besar di Pulau Bangka. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh kelompok atau individu dengan sumber daya terbatas, menggunakan metode penambangan timah yang tidak tradisional. Umumnya, kegiatan ini termasuk dalam kategori pertambangan rakyat atau skala kecil (artisanal and small-scale mining/ASM), yang menggunakan peralatan sederhana, teknologi rendah, dan sangat bergantung pada tenaga kerja manual.

Penelitian ini melihat pertambangan timah dari perspektif gender, sebuah topik yang masih jarang dibahas dalam studi sebelumnya. Tujuan utamanya adalah untuk memahami konsep gender serta masalah ketimpangan gender yang terjadi di lokasi pertambangan di Bangka. Secara khusus, penelitian ini menyoroti tantangan dan kondisi nyata yang dihadapi oleh pekerja perempuan di area tambang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan sering mengalami perlakuan yang tidak adil. Meskipun merasa tidak nyaman, banyak dari mereka cenderung mengabaikan kondisi tersebut dan menganggap ketidakadilan sebagai hal yang wajar di tempat kerja. Selain itu, mereka juga harus menjalankan peran ganda. Di satu sisi, mereka bekerja di lokasi tambang, sementara di sisi lain tetap bertanggung jawab atas pekerjaan domestik seperti merawat anak, menjaga kebersihan rumah, mengurus anak yang sakit, serta berbagai tugas rumah tangga lainnya.

Tautan ke Jurnal

Bagikan

Berita Terbaru