Journal Jamba

An urban flood-risk assessment of South Jakarta, Indonesia: A methodological approach through frequency ratio, receiver operating curve and analytic hierarchy process

Penulis

:

Diana Puspitasari, Dyah R. Hizbaron, Estuning T.W. Mei

DOI

:

https://doi.org/10.4102/jamba.v18i1.1873

Tanggal Terbit

:

26 Januari 2026

Abstrak

:

Tujuan utama penelitian ini adalah melakukan pendekatan penilaian risiko banjir perkotaan di Jakarta Selatan, Indonesia. Kerentanan terhadap banjir dimodelkan menggunakan metode frequency ratio (FR) dan divalidasi dengan receiver operating characteristic–area under the curve (ROC–AUC). Sementara itu, tingkat kerentanan dinilai menggunakan analytic hierarchy process (AHP) yang mencakup empat domain: fisik, ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Penelitian ini menggunakan data spasial beresolusi tinggi (1:25.000) serta inventarisasi historis kejadian banjir untuk menghasilkan informasi risiko pada skala perkotaan secara cepat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan data konvensional. Peta kerentanan banjir menunjukkan tiga kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Peta risiko gabungan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah penelitian berada pada tingkat risiko sedang (108,64 km² atau 74,550%), diikuti oleh risiko rendah (37,08 km² atau 25,447%), dan risiko tinggi (0,004 km² atau 0,003%).
Analisis kerentanan mengidentifikasi kawasan permukiman, infrastruktur kritis, dan zona layanan utama sebagai elemen yang paling terekspos. Kerentanan, kerentanan sosial-ekonomi-lingkungan, dan risiko merupakan tiga parameter utama yang diintegrasikan dalam analisis perencanaan tata ruang untuk memastikan evaluasi yang komprehensif. Temuan penelitian ini mengidentifikasi zona perlindungan dengan tingkat risiko tertentu yang memerlukan strategi mitigasi yang terarah untuk mendukung inisiatif pembangunan di masa mendatang.
Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi metode FR, ROC–AUC, dan AHP mampu menghasilkan penilaian risiko banjir yang andal dan operasional, yang dapat secara efektif diintegrasikan ke dalam kebijakan perencanaan tata ruang dan pembangunan di kawasan perkotaan dengan keterbatasan data.
Kontribusi:
Penelitian ini menyajikan kerangka kerja yang inovatif dan praktis untuk penilaian risiko banjir perkotaan dengan mengombinasikan metode FR, ROC–AUC, dan AHP dalam mengevaluasi kerentanan dan tingkat risiko banjir di Jakarta Selatan, Indonesia. Dengan memanfaatkan data geospasial beresolusi tinggi pada skala rinci 1:25.000, penelitian ini membantu mengatasi kesenjangan data yang krusial serta menyediakan alat yang aplikatif bagi pembuat kebijakan untuk mengintegrasikan strategi berbasis sensitivitas risiko ke dalam perencanaan tata ruang perkotaan guna mendukung upaya mitigasi.
Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 74,55% wilayah berada pada tingkat risiko banjir sedang menjadi tolok ukur penting dalam upaya meningkatkan ketahanan terhadap bencana dan mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Kerangka ini juga memiliki potensi penerapan yang luas pada wilayah lain di dunia yang sedang mengalami urbanisasi cepat namun menghadapi keterbatasan data.

Keywords: urban; flood; susceptibility; vulnerability; risk; frequency-ratio; receiver operating characteristics; analytical hierarchical process

Tautan ke Jurnal

Bagikan

Berita Terbaru